Liverpool akan menburu gelandangan Dorukhan Tokoz

Liverpool disebut akan menambah kekuatan di lini tengah guna bersaing pada musim ini mendatang. Salah satu pemain yang jadi bidikan The Reds adalah bintang muda asal Turki yakni Dorukhan Tokoz.

Liverpool menjalani musim ini dengan tahun gemilang. Gagal menjadi juara di Premier League, Liverpool menebusnya di pentas Eropa. Pasukan Jurgen Klopp menjadi juara di ajang Liga Champion.

Pemain Timnas Turki ini bermain dengan bagus pada musim ini bersama Besiktas di Liga Super Turki. Pemain berusia 23 tahun tersebut mampu mencetak tiga gol dan tiga assist dalam satu musim. Dia tampil pada semua 25 pertandingan tersebut.

Dorukhan Tokoz adalah gelandang bertahan. Namun, dia juga bisa tampil sebagai gelandang serang jika dibutuhkan. Mantan pemain Eskisehirsphor tersebut dinilai cocok untuk menjadi penerus James Milner di masa depan.

Dorukhan Tokoz belakangan juga mulai menjadi pemain penting bagi timnas Turki. Dia selalu menjadi pemain inti dalam tiga laga terakhir Turki, termasuk saat menang atas Prancis di Kualifikasi Euro 2019 yang lalu.

Performa pemain timnas tersebut sangat mengejutkan bagi semua klub tersebut. bukan hanya Liverpool. Udinese jadi salah satu klub yang cukup serius untuk mendapatkan pemain 23 tahun.

Klub Serie A tersebut telah mengajukan proposal pembelian dengan harga 7 juta euro kepada pihak Besiktas. tawaran itu mendapat penolakan dari klub maupun Dorukhan Tokoz. Sementara, Liverpool akan maju dengan tawaran pembelian senilai 9 juta euro. Liverpool juga siap dengan gaji yang lebih kompetitif jika Dorukhan Tokoz bersedia pindah.

Continue Reading

Barcelona Memang Sangat Andalkan Lionel Messi

Kehadiran Lionel Messi di skuat Barcelona tidak bisa dipungkiri bahwa sangat penting. Bahkan, pendapat dari Juan Antonio Pizzi, Barcelona adalah tim yang sangat bergantung pada Messi.

Messi memang selalu menjadi penentu kemenangan dari Barcelona. Tidak usah jauh-jauh menengok ke belakang, ambil contoh pada musim 2018/19 ini saja. Messi adalah pemain paling penting.

Messi mencetak 36 dari 90 gol Barcelona atau lebih dari 30 persen gol tim. Messi juga berhasil mencetak assist sebanyak 13. Itu hanya di pentas La Liga saja. Belum di ajang Liga Champions.

Saat Lionel Messi sedang bermain di bawah performanya, pastinya Barcelona akan merasa kesulitan. Contohnya, pada leg kedua semifinal Liga Champions. Saat itu, Messi tidak mampu melewati penjagaan ketat dari Fabinho.

Barcelona mampu dikalahkan dengan skor 4-0 atas Liverpool Liverpool di Anfield. Los Cules pun gagal melangkah ke babak final Liga Champions.

“Jika Anda melihat skuad yang ada saat ini, memang ada beberapa pemain bagus di sekitar Messi. Tapi, memang benar bahwa Barcelona akan selalu bergantung kepada Messi. Messi adalah inti dari Barcelona,” ucap Pizzi dikutip dari Marca.

Juan Pizzi juga tidak asal berpendapat tentang Messi. Sebab, dia pernah berjumpa Messi di masa lalu. Tapi di level timnas. Pizzi saat itu menjadi pelatih timnas Chile.

Pizzi bertemu dengan Messi di ajang final Copa Amerika tahun 2016 silam. Keduanya berjumpa dalam dua kali pertandingan. Pada laga babak grup, Chile kalah dengan skor 2-1 atas Argentina. Angel Di Maria dan Ever Banega jadi pencetak gol.

Kemudian, mereka kembali berjumpa pada babak final. Chile mampu menyulitkan Argentina di sepanjang laga dan membuat mereka kesulitan mencetak gol. Pada akhirnya, Pizzi membawa Chile menjadi juara Copa America 2016 usai menang atas Argentina lewat adu penalti.

“Kami sudah tahu bagaimana Lionel Messi bermain dan kami sudah pernah berjumpa dengan Messi sebelumnya. Jadi, kami sudah tau cara untuk menjaga dan menutup pergerakannya,” tandas Pizzi.

Continue Reading

Liverpool tinggal 2 kemenangan lagi meraih Trofi

Liverpool sukses tinggal melangkah ke final liga Champions pasca menyingkirkan Barcelona dengan agregat 4-3 di semifinal. Kemenangan Liverpool dramatis dan layak membantu mereka berlaga di partai puncak kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.

Liverpool menghajar Barcelona 4-0 pada leg kedua semifinal di Anfield. Kemenangan itu tergolong sebagai come back yang luar biasa, mengingat The Reds takluk 0-3 terlebih dahulu di leg pertama.

Perjuangan Liverpool pun patut diapresiasi. Setelahnya, mereka tinggal menghadapi dua laga final yang menentukan. Satu adalah final Liga Champions, dan satu lagi adalah laga terakhir Premier League.

Liverpool akan menjamu Wolverhampton pada laga terakhir Premier League akhir pekan ini. Di saat yang sama, Manchester City akan melawat ke markas Brighton. Dua laga ini akan menentukan siapa yang jadi juara.

Manchester City ada di puncak dengan 95 poin, Liverpool mengejar dengan 94 poin. Artinya, The Reds wajib menang sembari berharap Man City gagal memetik poin penuh. sebenarnya tidak banyak yang berubah – kami sudah tahu kami harus memenangkan laga melawan Wolves dan menunggu apa yang akan terjadi.

Liverpool masih harus menunggu pemenang di antara Ajax Amsterdam dan Tottenham Hotspur yang baru akan memainkan leg kedua semifinal. Mereka sukses mencapai final musim lalu – meski dikalahkan Madrid – dan mampu melakukannya lagi musim ini.

Sekarang kami bisa menghabiskan tiga pekan sebelum pergi ke sana, ini jeda waktu seperti yang kami dapatkan musim panas lalu, jadi saya sudah menantikan laga tersebut.

Continue Reading